CARA MENGHITUNG MATERIAL UNTUK COR KOLOM (TIANG) RUMAH - GEDUNG
CARA MENGHITUNG MATERIAL UNTUK COR KOLOM (TIANG) RUMAH - GEDUNG
Mungkin banyak orang yang belum terlalu familiar dengan tiang beton pada rumah. Dalam bahasa teknis industri konstruksi, kolom bangunan disebut juga pilar atau tiang.
Tentunya dalam membangun rumah atau
bangunan atau struktur lainnya yang menggunakan struktur beton bertulang pasti
ada yang namanya dermaga konstruksi atau pier.
Nah, pada artikel kali ini kami sajikan cara menghitung bahan yang dibutuhkan untuk melempar kolom. Terutama untuk penggunaan semen. Sebagaimana diketahui dan juga menurut peraturan, bahan pembentuk beton adalah sebagai berikut:
• Semen
• Pasir beton
• Kerikil / Belah
• Air
Berdasarkan komposisi material di atas,
kualitas beton juga harus direncanakan sebelum dituang. Karena kualitasnya,
lahirlah nama Dozo untuk pencampuran bahan-bahan tersebut.
Dalam pengecoran tersebut, sudut sipil menggunakan mutu beton K-225. Karena masyarakat sipil menggunakan beton mutu K-225, ukuran yang tertuang dalam peraturan SNI yang terkait dengan JMD di lapangan adalah sebagai berikut:
Menurut pengukuran di atas, permintaan penuangan di penampang struktur pendukung dihitung kemudian. Misalnya, di sini sudut sipil menggunakan penampang kolom sebagai berikut:
Ukuran kolom beton adalah 35 x 35 cm
Tinggi kolom 4 m
Jadi volume kolom beton adalah:
= 0,35 x 0,35 x 4
= 0,49 m3 atau dibulatkan ke atas
= 0,50 meter kubik
Jadi dalam 1 buah kolom beton, volume betonnya adalah setengah kubus. Jadi, perhitungan permintaan material adalah contoh permintaan semen:
= 371kg x 0,50m3
= 185,5 kg
Jika kita menggunakan semen dengan kapasitas 40 kg per kantong, maka konversinya adalah:
= 185,5 kg / 40 kg
= 4,63 zak atau dibulatkan
= 5 zak semen per batang
Seberapa mudah itu? Jadi untuk satu tiang kita
sudah tahu pernyataannya, tinggal mengalikan jumlah tiangnya. Jika ada 20 buah
tiang atau kolom, kalikan dengan 20 x 5 = 100 sak semen.

Komentar
Posting Komentar